
Videotage × Forum Lenteng:鱗光映盪 Scales of Passage
Sepanjang sejarah, mobilitas merupakan salah satu cara fundamental manusia untuk bertahan hidup, sementara diaspora merujuk pada perpindahan dan penyebaran suatu komunitas dari tanah asalnya. Meskipun dalam bahasa Tionghoa kedua istilah tersebut hanya berbeda satu karakter, diaspora mengandung makna perubahan besar—sebuah keberangkatan menuju masa depan yang tidak pasti. Apa pun penyebabnya, perpindahan semacam ini bukan sekadar jejak perjalanan melintasi lautan; ia memperlihatkan pertemuan antara ingatan personal, lintasan kolektif, serta identitas hibrida generasi-generasi berikutnya yang terbentuk melalui persinggungan yang nyata maupun aliran-aliran tak kasatmata. Ingatan-ingatan tersebut terus bertumpuk seiring waktu dan menetap dalam tubuh sebagai proses negosiasi yang berkelanjutan antara generasi dan zaman.
Terpisah oleh Samudra Pasifik, Indonesia dan Hong Kong memiliki sejarah serta lintasan kebahasaan yang berbeda. Namun demikian, keduanya juga memiliki berbagai kesamaan budaya yang mengisyaratkan keterhubungan yang mendalam, meskipun kerap luput dari perhatian. Jika dalam tradisi Barat naga sering dipandang sebagai simbol kejahatan, maka Naga dan Dragon di Asia Tenggara dan Asia Timur justru dihormati sebagai makhluk pelindung dan pembawa keberuntungan. Ketika kita memaknai diri sebagai “keturunan” dari figur-figur mitologis tersebut, bagaimana kita menelusuri warisan budaya melalui fragmen-fragmen yang tersisa? Selain berbagi kepercayaan dan nilai-nilai yang serupa, mungkinkah trauma individu dan kolektif dipahami serta dikomunikasikan? Pengalaman-pengalaman apa saja yang bertumpuk hingga membentuk identitas kita hari ini?

Videotage (Hong Kong) dan Forum Lenteng (Jakarta) dengan bangga mempersembahkan program pemutaran keliling Scales of Passage. Berangkat dari komitmen kedua organisasi dalam mengembangkan seni media, program ini menghadirkan pilihan karya video dari Hong Kong, Indonesia, dan Asia Tenggara yang menggali sejarah sosial melalui narasi-narasi personal. Program ini mengeksplorasi beragam pemaknaan terhadap konsep diaspora dalam konteks Hong Kong dan Asia Tenggara, sekaligus merefleksikan bagaimana pengalaman migrasi membentuk dan membentuk ulang identitas kolektif maupun individual.
Seniman: Tintin Wulia, Ivonne Kani, Elysa Wendi, Weera-it Ittiteerarak, Ho Tzu Nyen
鱗光映盪 Scales of Passage
Videotage × Forum Lenteng
Throughout history, ‘mobility’ has been a fundamental means of survival, while ‘diaspora’ describes the migration and displacement of entire communities. While the two terms differ by a single character in Chinese, the latter carries the weight of a seismic shift—a departure towards an unknown future. Regardless of the catalyst, such migrations represent more than just trails across oceans; they reveal a confluence of personal memories, collective trajectories, and the hybrid identities of future generations, merging through clear intersections and subtle, intangible flows. These memories accumulate over time, settling within the body as a continuous negotiation between generations and eras.
Situated across the Pacific Ocean, Indonesia and Hong Kong have distinct historical and linguistic trajectories; yet, both regions share cultural commonalities that imply profound and often overlooked linkages. While the Dragon is often a symbol of evil in the West, the Naga and the Dragon in Southeast and East Asia are revered as guardian spirits and auspicious creatures. As we bask in the symbolism of being the ‘descendents’ to such deities, how do we trace our heritage through these cultural fragments? Beyond shared beliefs and values, can individual and collective trauma can be understood and communicated? What experiences have layered together to form our identities today?
Videotage (Hong Kong) and Forum Lenteng (Jakarta) proudly present the touring screening series Scales of Passage. Drawing upon their deep-rooted commitment to promoting media art, the two organisations have curated a selection of video works from Hong Kong, Indonesia, and Southeast Asia, unearthing social histories through personal narratives. The programme explores the diverse interpretations of ‘diaspora’ within the contexts of Hong Kong and Southeast Asia, reflecting on how the experience of migration constructs and reconstructs collective and individual identities.
Artists: Tintin Wulia, Ivonne Kani, Elysa Wendi, Weera-it Ittiteerarak, Ho Tzu Nyen

Reported by

Leave a Reply